Awas masalah Gadai Mobil/Motor Masih Kredit

Iklan seperti ini banyak kita temui dipinggir jalan, ditempel ditiang listrik, dibatang pohon, dilampu merah, dikoran atau diinternet.
Iklan tersebut ditujukan kepada Anda yang sedang kesulitan membayar angsuran kredit mobil atau motor, baik yang berasal dari pembelian keshowroom maupun karena dipakai sebagai jaminan pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB dan dikejar-kejar petugas leasing karena macet.
Hati-hati, jangan termakan dengan tawaran menarik seperti itu, yang seolah-olah menyelesaikan masalah tanpa masalah. Padahal masalah yang lebih besar siap menunggu Anda dikemudian hari.
Jika Anda benar-benar kesulitan membayar angsuran dan terancam kendaraan Anda akan ditarik atau disita petugas Leasing, lebih baik Anda cari saudara atau teman yang mau menerima over kredit dan dilakukan secara resmi melalui Leasing yang membiayai kendaraan Anda.
Atau bekerjasama dengan petugas Leasing untuk menjual kendaraan Anda, sebagian uang hasil penjualannya digunakan untuk melunasi sisa hutang, yang biasanya masih bisa dinego dan sebagian lagi dikembalikan ke Anda untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan Anda.
Jika Anda termakan dengan iklan tersebut dan menggadaikan mobil atau motor yang masih kredit, inilah beberapa kemungkinan yang akan terjadi  :
1.  Ketika Anda akan menebus kendaraan tersebut, biasanya akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar, karena dibebankan biaya “titip barang” atau “biaya parkir” rata-rata 10% perbulan dari nilai gadainya. Bandingkan dengan bunga Leasing yang rata-rata hanya 1% perbulan atau 12% pertahun.
2.  Jika Anda tidak segera menebusnya, kendaraan Anda akan berpindah tangan lagi, digadaikan ke orang lain dengan harga yang lebih tinggi. Karena penerima gadai pertama tidak akan mau berlama-lama memegang kendaraan Anda. Mereka tahu kendaraan tersebut diincar petugas Leasing untuk ditarik. Anda semakin sulit mendapatkannya,  karena penerima gadai kedua akan meminta tebusan yang lebih besar dan tambahan “biaya parkir” lagi.
3.  Jika angsuran kredit Anda ke Leasing tetap macet, nama Anda akan tercantum di daftar hitam (black list) Bank Indonesia dan APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia). Akibatnya Anda akan kesulitan bila suatu saat mengajukan kredit lagi ke Leasing atau Bank, baik kredit mobil, kredit rumah, kredit modal kerja maupun pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB.
4.  Dan kemungkinan yang paling parah akan terjadi, bila pihak Leasing melaporkan Anda ke pihak berwajib dengan tuduhan “penggelapan barang jaminan Fidusia”. Hal ini sangat mungkin terjadi berdasarkan Undang-undang Fidusia no.42 tahun 1999, sebagai berikut :
BAB VI
KETENTUAN PIDANA
Pasal 36
Pemberi Fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta) rupiah.
Jadi bagi Anda yang sedang ada masalah kredit dengan leasing, jangan sampai tergoda dengan iklan tersebut, lebih baik Anda selesaikan secara baik-baik dengan pihak Leasing, supaya masalah Anda cepat selesai dan… Anda bisa makan enak tidurpun nyenyak.


Leave a Reply